Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

Kamis, 30 Juni 2011

"al-Qur'an al-Karim"

Ya Allah, rahmatilah aku dengan al-Qur'an,

jadikanlah al-Qur'an itu untukku sebagai iman, cahaya, petunjuk, dan rahmat.

Ya Allah, Ingatkan lah aku ketika lupa darinya,

berikanlah pengetahuan atas kebodohanku,

berikanlah rezeki kepadaku dengan membacanya sepanjang malam dan siang,

jadikanlah al-Qur'an itu sebagai penjelas bagiku wahai tuhan pemalihara alam

Rabu, 30 Juni 2010

Di Antara Keajaiban Nomor Tujuh dalam Alquran

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?”….
Allah menciptakan tujuh langit dan berulang-ulang menyebutkannya sebanyak tepat tujuh kali. Ketujuh ayat tersebut adalah:

1ـ ﴿ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ﴾ [البقرة : 29].
“dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit”
2ـ ﴿تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ﴾ [الإسراء : 44].
“langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah”
3ـ ﴿قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ﴾ [المؤمنون : 86].
“Katakanlah: "Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya 'Arsy yang besar?"
4ـ ﴿فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ﴾ [فصلت : 12].
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa”
5ـ ﴿اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ﴾ [الطلاق : 12].
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.“
6ـ ﴿الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً﴾ [الملك : 3].
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis“
7ـ ﴿أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً﴾ [نوح : 15].
“ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?”

Kesesuaian yang mencengangkan ini menyatakan Zat Yang Menurunkan Alquran adalah Pencipta tujuh langit. Mahasuci Allah lagi Mahakuasa!

Minggu, 20 Juni 2010

'Ajbudzanab

‘Ajbudzanab bila di artikan secara bahasa, berasal dari kata ‘Ajbun (dahsyat atau mengagumkan) dan Dzanabun (ekor atau buntut). Dan bila dipadukan maka akan bermakna tulang ekor yang dahsyat. Dikatakan dahsyat disini karena tulang ekor pada manusia yang letaknya tepat di ujung (akhir) tulang punggung, dari situlah manusia pertama kalinya terbentuk. Pada mulanya berbentuk semacam biji yang sangat halus, dan kelak apabila manusia telah meninggal, tulang ataupun biji ini akan tetap utuh dah tidak akan musnah.

Rasulullah SAW berkata: “ kullu ibni adam ya’kuluhu atturabu illa ‘Ajba adzanabi, minhu khuliqa wa fihi yurakkabu”. Dar hadits ini telah di jelaskan bahwa setiap bani adam jika telah dikubur, maka semua anggota tubuh akan termakan oleh tanah keculi ‘Ajbudzanab (tulang ekor). Dari situlah manusia diciptakan, dan dari situ juga manusia akan dibangkitkan (disusun) kembali.

Telah dibuktikan dari hasil penelitian salah seorang tokoh di china. Bahwa tulang (berbentuk biji) ini tidak akan pernah lenyap ataupun musnah sampai kapanpun. Walau itu dengan cara dibakar, dihancurkan, dilebur dengan bahan kimia, atau dengan cara apa saja.

Karena pada hakikatnya ‘ajbudzanab ini akan tumbuh kembali di hari akhir kelak. Dimana manusia akan dibangkitkan kembali dan saat itulah akan dimulainya kehidupan yang haqiqi.

Subhanallah…. Maha besar Allah SWT.