Sabtu, 04 Februari 2012

"Ujian Q Term 1 "

Alhamdulilah Ya Rabb..
sesuatu yang tertanam di fikiran ini,, terasa luluh. Bahkan nyaris “sirna”.
Semua hal yang selama ini aku anggap beban, dan itu terasa berton-ton beratnya.. (mendramatisir bgd ya^^).
Dan kini usai sudah ujian term 1, masa kuliahku tingkat 3 di al-Azhar University.

Sayang rasanya, detik-detik waktu dalam mencari sebuah ilmu hilang begitu saja, tanpa ada hal yang membekas dari sebuah arti jerih payah. akan ku coba menulis secuil pengetahuan, yang tak sengaja kudapatkan di term ini. dan kenyataanya itu adalah hal yang baru bagiku.

1] Akhlaq Falsafi (Dukturah Alaa’)

Akhlaq..?? awalnya aku sendiripun bingung, kenapa pelajaran akhlaq muncul dalam jurusanku?? Hmm akhirnya aku mulai mencoba mengerti, dengan adanya paparan dukturah Alaa’ yang begitu memukau. Beliau salah seorang dosen Favoritku dikampus.^^

Dalam pelajaran ini, menguak permasalah akhlak seorang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. Namun dalam dalam jurusanku ini “akhlak Manusia” dibidik dari sudut pandang kaum mu’tazilah, asy’ari, dan sufisme.

ð Kaum mu’tazilah (orang-orang yang memprioritaskan akal) mereka beranggapan bahwa “Akhlak manusia” dalam artian baik buruk sifat manusia, bisa ditinjau dari “akal”, tanpa ada hukum syar’i yang dapat membatasi (baca: mengatur) sikap manusia. Ketika seorang manusia beranggapan perbuatan itu baik maka akan baik, dan jika buruk maka akan buruk.

ð Kaum Asy’ari (orang-orang yang berpegang pada nash) mereka pempunyai keyakinan, bahwa manusia adalah sosok makhluk yang lemah (baca: perlu dibimbing). Dengan itu, adanya wahyu dari Allah Swt untuk menjadi sebuah pedoman bagi manusia, dalam mengatur baik buruknya sikap manusia. Dalam artian baik atau buruknya suatu pekerjaan itu kembali pada nash bukan pada akal manusia.

ð Kaum Sufisme (orang-orang yang mengutamakan hati nurani atau perasaan) mereka beranggapan bahwa “akhlak Manusia” hanya dapat ditinjau dari “Dzauq” atau disebut dengan hati. Suatu pekerjaan manusia baik dan buruknya sikap manusia dinilai dari hatinya. Contohnya saja “SHOLAT” mereka mengertikan sholat bukan hanya sekedar mengerjakan syarat dan rukunnya saja. Namun mengerjakannya dengan hati dan niat yang ikhlas, khusyuk tuk tawajjuh menghadap Allah Swt, serta meninggalkan segala kesenangan duniawi.

2] Milal wa nihal (Dukturah Suhair)

hmm,, pelajaran ini adalah kelanjutan pelajaran “al-Adyan” di pondok dulu, kupelajari dikelas 5 yang diajarkan oleh usth Afifah. Dan kini Dukturah Suhair mengupas lebih luas pembahasan didalamnya, karena dikelasku murid hanya berjumlah 3 shaf saja, beliau lebih memilih metode belajar dengan diskusi. Bahkan setiap individu harus mengeluarkan argumennya. Menurutku ini sangat unik, karena metode kuliah di al-Azhar mayoritas memakai cara “Talaqqi”. Anehnya lagi Dukturah Milal wa nihal ini tidak mencetak buku muqoror, jadi hasil diskusi itulah yang dikemas menjadi sebuah buku. Pelajaran ini membahas seputar “Yahudi & Nasrani” dan tak luput mauqif “Islam” didalamnya.

ð Yahudi : adalah kaum yang ternyata turun-temurun dari pada Nabi Ibrahim As (tak ayal jika Nabi Ibrahim dijuluki sebagai Abu al-Anbiya’) karena banyak dari keturunan Beliau yang menjadi nabi, dengan keturunannya Ishaq dan Ismail. Hingga Nabi Isa As dan Nabi Muhammad Saw sekalipun.
Mnurut sejarah, Kaum Yahudi ini dapat dinisbatkan pada Ibarni, Bani Israil, Yahudi, dan Zionis, dan pada kalam akhir, lebih cendrungnya tertuju pada “Bani Israil”. Hakikatnya Mereka adalah orang taat beragama, namun dengan adanya perkembangan zaman kaum ini ingkar kepada Allah Swt. Hingga diutuslah Nabi Ya’qub As, Yusuf As, Musa As, Daud As, dan Sulaiman As, pada kaum ini.

ð Nasrani : adalah kaum yang mempunyai keyakinan bahwa Isa As adalah Tuhan. Bahkan mereka juga mempunyai kepercayaan “trinitas” yaitu Tuhan bapa, Tuhan anak, dan roh al-Kudus. Mereka juga berangapan bahwa setiap umat manusia mempunyai dosa, karena kesalahan yang turun temurun dari nenek moyang yaitu Nabi Adam As memakan buah khuldi. Menurut sejarah kaum ini sangat mengagungkan Nabi Isa As, dengan itu Orang-orang Nasrani berkeyakinan dengan menyalib al-Masih ( Isa As) tuk menebus dosa seluruh manusia. Karena orang yang harus dikorbankan adalah orang yang suci. Sedangkan menurut Islam sendiri yang mereka salib bukanlah nabi Isa As, dan sejatinya Nabi Isa As berda’wah pada Tauhid Allah Swt.

3] Tafsir Maudu’i (Dukturah Maryam)

Beliau adalah ahli Tafsir dan Ulum al-Quran, sempat mengajarku juga syubhat haula al-Qur’an di tingkat 2. Ketika mengajar tak lepas dari kata-kata “ya bunaya”… hmm begitulah ciri khas beliau dalam mengajar. Dalam pelajaran Tafsir Maudu’i disuguhkannya banyak dalil dari ayat Qur’aniyah terkait dengan maudu’ yang dibahas. kali ini hanya membahas 4 bab yaitu: Jihad, Adil, Sidiq, dan Tauhid.

ð Jihad : Dalam bab ini, membahasa seputar jihad fie sabilillah. Kenyataannya Jihad banyak macamnya. Bagaimana cara kita berjihad menentang orang-orang kafir, jihad melawan hawa nafsu, Jihad melawan syetan, juga Jihad melawan Musuh Islam.

ð Adil : Adil dsini banyak juga banyak macamnya, Contohnya saja Adil dalam hukum, bersikap adil antar anak, dan adil ketika beristri lebih dari 1 ^_^,. De eL eL…>>

ð Sidiq : Islam menganjurkan pada umatnya untuk bertutur kata yang baik, serta merta jujur dalam berbicara. Dalam bab ini banyak menyuguhkan ayat-ayat Qur’an yang menjelaskan pentingnya sifat Sidiq, dan di tamtsil kan pada para Nabi yang di Utus Allah Swt mereka mempunyai sifat sidiq.

ð Tauhid : Kalimah tauhid adalah kalimah awal dan akhir. Dalam artian pertama kita masuk agama Islam membaca dua kalimah Syahadat, didalamnya mengucapkan “La Ilaha Illa Allah”, juga ketika kita mengakhiri hayat ini dengan membaca kalimah tauhid tersebut. Maka Allah Swt menjanjikan Syurga bagi umatnya yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Jannah adalah hakikat tempat Istirahat yang abadi.

4] Wasail Tabligh al-Da’wah wa Asalibuha (Duktur Ahmad)

Sebagai mahasiswa Azhary, sudah selayaknya alumni al-Azhar tuk berdakwah di lingkungan sekitarnya. Hal ini yang mendorong azhar dalam diktat kuliahnya tuk mempelajari metode berdakwah yang baik.

ð Wasail al-Da’wah : Wasail dsini mungkin bisa diartikan “perantara”. Dakwah yang baik bisa dilakukan dimasjid, dapat juga memelaui kalam (perkataan) atau berupa tulisan. Pedoman yang tak bisa dialihkan yaitu dengan al-Quran al-karim dan sunnah al-Nabawiyah.

ð Asalaib al-Da’wah : Asalib tentunya berbeda dengan Wasail. Dikatakan Asalib berasal dari kata Uslub atau “metode”. Dalam berdakwah metode yang dipakai yaitu dengan hikmah (perkataan yang baik), al-mau’idzoh (peringatan), al-Jadal (namun dengan menentang secara baik), al-Qisah (yaitu berupa hikayah atau cerita), serta al-Qasam (sumpah).

5] Hadits maudu’i (Dukturah Saidah)

Dalam pelajaran Tafsir Maudu’i menyuguhkan semua dalil dari ayat Quraniyah, sama halnya dalam hadits maudu’I, disini membahas banyak hadits nabawi yang berkaitan dengan maudu’ atau tema.

ð Nikah : Dalam bab nikah ini, banyak hadits yang menjelaskan bagaimana nikah menurut kaum jahiliyyah, juga menjelaskan pernikahan yang fasid. Serta merta penjelasan hukum thalaq, ‘iddah, rujuk, de eL eL…

ð Jual beli : banyaknya hadits yang memaparkan hukum jual beli, Islam sendiri menyariatkan “jual beli” untuk memudahkan umatnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Juga dijelaskan bagaimana adab jual beli yang baik, serta tidak diperbolehkannya Riba.

ð budak : Mungkin masalah perbudakan tidak lagi ada di zaman sekarang. Namun ini benar-benar ada dizaman Rasulullah Saw. Hingga munculnya hukum bagaimana memperlakukan budak dengan baik, dan tidak bertindak sewenang-wenang. Karena mereka juga seorang manusia. Islam telah memberikan hak mereka dengan bijak.

6] Mantiq Hadits (Duktur Abdu al-Salam)

Dibangku Ushuluddin tingkat 1 dan tingkat 2 telah dipelajari Mantiq Qadim. Dan sekarang tingkat 3 jurusanku memngkhususkan tuk mempelajari Mantiq Hadits. Yang mana itu adalah kelanjutan dari Mantiq Qadim. Duktur Abdu al-Salam beliau adalah Duktur yang sangat baik budinya, karena beliau tidak pernah mempersulit murid-muridnya dalam belajar ^_^,. Tapi sayang beliau tidak pernah mamasuki kelas kami, karena tempatnya dilantai tiga. dengan usianya yang sudah lanjut, Duktur yang baik ini tidak bisa menempuh tangga yang tinggi, namun dengan senang hati, kami semua yang turun dan mencari kelas yang kosong, demi menyerap ilmu langsung dari penyampaian beliau.

belajar Mantiq hadits, tentunya tak lepas dari pembahasan “Istiqra”.
Istiqra’ adalah penarikan kesimpulan umum berdasarkan karekteristik satuan-satuannya. Istiqra’ dibagi menjadi 2 macam: Istiqra’ tam dan Istiqra’ naqis.

ð Istiqra’ Tam : yaitu jika kesimpulannya didasarkan atas kesamaaan karekteristik semua satuannya, atau disebut dengan “Induksi Sempurna”.
biasanya ditemukan dalam penelitian Ilmu-ilmu kealamian yang karakreristik objek-objeknya yang diteliti bersifat konstan.

ð Istiqra’ Naqis : Dinamakan juga dengan Istiqra’ Masyhur yaitu jika didasarkan atas kesamaan (Naqis) karakteristik mayoritas. Disebut dengan “Induksi tidak sempurna”
Sering ditemukan dalam kajian ilmu-ilmu sosial, termasuk ilmu-ilmu agama.

“Wallahu a’lam bishawab”

Jadi ingat dengan sebuah kalimat “Semakin banyak hal yang kita baca, semakin kita tahu betapa bodohnya kita”. Karena ternyata masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Terkhusus untuk semua Duktur dan Dukturah yang telah sudi menyalurkan ilmu-ilmumu,
Hanya bisa kuhadiahkan “al-Fatihah” untukmu

Semoga ilmu yang kami pelajari membawa berkah kelak, dan bermanfaat untuk diri sendiri khususnya dan untuk umat umumnya. Amin ya Rabbal alamin..

Minggu, 11 Desember 2011

"Senyum adik-adik Q (fie sabilillah)"

( Lara & Nuro )

( nuro )

( Lara )

( 'Ali )

( Fatma & Muhammad )

( Muhammad )

( Youmn & Fathimah )


( Youmn & Fathimah )


( Muhammad )


( Rhana )

( Yusuf & Abdurrahman )

( Abdurrahman )

( Yusuf )











Rabu, 07 Desember 2011

Ibnu Rusyd

“Sosok rasionalis dan bukanlah seorang Free Thinker…” (Philip K. Hitti)

Prolog

Kehadirannya dalam sejarah intelektualisme islam signifikan baik bagi usaha mengurai benang kusut pemikiran maupun dalam menghidupkan kembali filsafat yang telah memasuki titik nadir. Hal terpenting dari kiprah Ibnu Rusyd dalam bidang ilmu pengetahuan adalah usahanya untuk menerjemahkan dan melengkapi karya-karya pemikir Yunani, terutama karya Aristoteles dan Plato, yang mempunyai pengaruh selama berabad-abad lamanya. Antara tahun 1169-1195 M.

Ibnu Rusyd banyak menulis komentar dan penjelasan terhadap karangan para filosof yunani khususnya Aristoteles baik dalam komentar singkat (al-jami’), sederhana (talkhis), ataupun komentar luas (tafsir), sehingga Ibnu Rusyd juga populer dengan sebutan ”al-Syarih al-Akbar / the great commentator”.

Analisanya telah mampu menghadirkan secara lengkap pemikiran Aristoteles. Ia pun melengkapi telaahnya dengan menggunakan komentar-komentar klasik dari Themisius, Alexander of Aphiordisius, al Farabi dengan Falasifah-nya, dan komentar Ibnu Sina. Komentarnya terhadap percobaan Aristoteles mengenai ilmu-ilmu alam, memperlihatkan kemampuan luar biasa dalam menghasilkan sebuah observasi.

Filosof muslim cordova ini dianggap sebagai pensyarah pertama yang paling berpengaruh di dataran Eropa. Banyak tokoh Eropa melakukan kajian terhadap karya-karya beliau dalam beberapa bahasa, seperti bahasa latin, dan bahasa Ibrani. Dimana pemikiran dan karya-karya Ibnu Rusyd ini sampai ke dunia Barat melalui Ernest Renan.
Bagaimana Ibnu Rusyd menguraikan lebih lanjut teori rasionalnya, inilah yang akan menjadi pokok masalah dalam tulisan berikut.

A. Logika ( pemikiran Ibnu Rusyd)

Dalam permasalahan logika satuan proposisi terkecil yakni “kata”. Kata menjadi penting karena merupakan unsur dalam membentuk pemikiran. Pada praktiknya kata dapat dilihat berdasarkan beberapa pengertian yakni positif (penegasan adanya sesuatu), negatif (tidak adanya sesuatu), universal (mengikat keseluruhan), partikular (mengikat keseluruhan tapi tak banyak), singular (mengikat sedikit/terbatas), konkret (menunjuk sebuah benda), abstrak (menunjuk sifat, keadaan, kegiatan yang terlepas dari objek tertentu), mutlak (dapat difahami sendiri tanpa hubungan dengan benda lain), relatif (dapat difahami sendiri jika ada hubungan dengan benda lain), bermakna/tak bermakna, dsb.

Logika sebagai teori penyimpulan, berlandaskan pada suatu konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata atau istilah, dan dapat diungkapkan dalam bentuk himpunan sehingga setiap konsep mempunyai himpunan, mempunyai keluasan. Dengan dasar himpunan karena semua unsur penalaran dalam logika pembuktiannya menggunakan diagram himpunan, dan ini merupakan pembuktian secara formal jika diungkapkan dengan diagram himpunan sah dan tepat karena sah dan tepat pula penalaran tersebut.

Pengertian ini tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa seseorang dengan sendirinya mampu menalar atau berpikir secara tepat hanya jika ia mempelajari logika. Namun , di lain pihak, harus juga diakui bahwa orang yang telah mempelajari logika (sudah memiliki pengetahuan mengenai metode-metode dan prinsip-prinsip berpikir), mempunyai kemungkinan lebih besar untuk berpikir secara tepat ketimbang orang yang sama sekali tidak pernah berkenalan dengan prinsip-prinsip dasar yang melandasi setiap kegiatan penalaran.

Dengan ini hendak dikatakan bahwa suatu studi yang tepat tentang logika tidak hanya memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengetahuan mengenai metode-metode dan prinsip-prinsip berpikir tepat saja, melainkan juga membuat orang yang bersangkutan mampu berpikir sendiri secara tepat dan kemudian mampu untuk membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat.

Ibnu Rusyd berargumentasi bahwa di dalam al-Qur’an terdapat banyak ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk menggunakan akal untuk memahami segala yang wujud. Karena akal ini tidak lain daripada proses berfikir yang menggunakan metode logika analogi (qiyas al-‘aqli), maka metode yang terbaik menurut sang poinir rasionalis ini adalah metode demonstrasi (qiyas al-burhani). Sama seperti qiyas dalam ilmu Fiqh (qiyas al-fiqhi), yang digunakan untuk menyimpulkan ketentuan hukum. metode demonstrasi (qiyas al-burhan) digunakan untuk mamahami segala yang wujud (al-maujudat). Dari pemahaman tersebut merupakan asas bagi kesimpulan Ibn Rushd yang menyatakan bahwa para filosof memiliki otoritas untuk menta’wilkan al-Quran.

Berasaskan pada kemampuan akal manusia, Ibnu Rusyd membagi kedalam tiga kelompok: Pertama “kelompok ahli awam”, metode ilmu pngetahuan yang sesuai untuk ahli awam ini adalah khathabi (retoris), dengan begitu al-Quran tidak dapat di ta’wilkan, karena mereka hanya orang-orang yang memahami al-Quran secara tertulis. Kedua, “kelompok pendebat”, untuk para pengguna metode ilmu pengetahuan secara dialetik ini ta’wil juga sulit diterapkan. dan ketiga adalah “kelompok ahli hikmah (ahli fikir)”, merekalah orang-orang yang menggunakan metode burhani (demonstratif), sementara ta’wil secara tertulis dalam bentuk karya, hanya bisa diperuntukkan bagi kaum ahli hikmah ini.


B. Syari’ah dzahir dan batin

wahyu dibagi kedalam tiga bentuk makna yang terkandung didalamnya yaitu :

• Teks yang maknanya dapat difahami dengan tiga metode yang berbeda (metode retorik, dialektik dan demonstratif)

• Teks yang maknanya hanya dapat diketahui dengan metode demonstrasi. Makna yang terkandung dalam teks ini terdiri dari:
a) makna dzahir, yaitu teks yang mengandung simbol-simbol (amtsal) yang dibuat untuk menerangkan idea-idea yang dimaksud.
b) makna batin, yaitu teks yang mengandungi idea-idea itu sendiri dan hanya dapat difahami oleh yang disebut ahli al-burhan.

• Teks yang bersifat ambiguos antara dzahir dan batin. Klassifikasi teks wahyu ini juga merujuk kepada kemungkinan untuk dapat difahami dengan akal.

Maka itu ia memahami istilah “ta’wil” sebagai penafsiran dan penjelasan ucapan, ia tetap menekankan pada kesesuaiannya dengan makna dzahir dari lafadz ucapan itu. Dalam pandangannya perkataan dzahir yang dapat difahami dari lafadz bermacam-macam bentuknya, ada yang menurut konteksnya dan ada pula yang difahami sesuai dengan ikatan-ikatan yang ada didalamnya.


Untuk itu, Ibnu Rusyd menetapkan tiga syarat, agar ta’wil itu dapat diterima:

1) menjaga agar lafadz itu sesuai dengan makna yang terdapat dalam Bahasa Arab dan maksud al-syari’ serta tidak memahami dengan makna lain.
2) menjaga agar maknanya sesuai dengan yang dimaksudkan oleh pembicara dalam konteks lafaznya.
3) memperhatikan “mustawa al-ma’rifi” (tingkatan nalar dan pengetahuan) kepada siapa “ta’wil” itu dihadapkan.

Oleh itu kita tidak boleh menta’wilkan lafadz-lafadz al-Qur’an dengan sesuka hati tanpa mengkaji maksud yang sesungguhnya sesuai dengan konteks masing-masing lafadz.


C.Penciptaan alam

ayat-ayat Allah terbagi atas dua macam: yaitu ayat-ayat berupa Kitab Suci (qauliyah) dan yang Kedua adalah ayat-ayat berupa alam semesta sebagai ciptaan Allah (kauniyah). Menurut filsuf Muslim Ibn Rusyd, alam semesta justru merupakan ayat-ayat Allah yang pertama. Dikatakan demikian, karena sebelum Allah SWT menurunkan Kitab Taurat, Injil, dan al-Quran, Allah telah menciptakan alam jagat raya ini. Karena alam adalah ayat, maka sebagaimana sepotong firman adalah ayat, maka sejengkal alam juga ayat. Sebagai ayat, alam ini selalu bergerak memenuhi tujuan penciptaan. Karena itu, penelitian terhadap alam diduga kuat dapat mengantar manusia menemukan dan meyakini wujud Allah dan kuasa-Nya.

Sebagian pengkaji filsafat menilai bahwa Ibnu Rusyd memiliki dua pendapat tentang asal-usul alam. Kepada masyarakat awam, Ibnu Rusyd tidak berpendapat tentang Qadimnya alam, hanya sekedar mengemukakan teorinya tentang peciptaan alam, sedangkan dalm beberapa kitabnya untuk kajian filosofis, ia dengan tegas menguraikan argumentasi tentang keqidaman alam.

Walaupun demukian, pada hakikatnya Ibnu Rusyd melakukannya sekedar untuk menjaga keutuhan teorinya pada setiapkarya-karyanya. Yang dimaksud dengan Qadimya alam yaitu qadim hanya dari segi zaman, bukan dalam pengertian tidak memiliki ‘illah atau tidak diciptakan oleh Tuhan, dalam artian ia menolak pendapat bahwa materi adalah ‘illah bagi dirinya sendiri, sehingga tidak ada bedanya dengan dzat Tuhan.

Dalam penciptaan alam, sosok yang banyak dipengaruhi oleh madzhab Aristoteles ini menganut teori “Kausalitas” (hukum sebab akibat), dalam memahami alam harus dengan dalil-dalil tertentu agar dapat sampai pada hakikat dan eksistensi alam.

Para teolog dan Imam Ghazali dalam karya monumentalnya (Tahfut al-Falasifah), menyatakan bahwa alam hadits dan mempercayai bahwa Tuhan adalah pencipta sehingga Ia mengadakan sesuatu dari “tiada” (al-‘adam). Jika alam tidak bermula, maka alam tidak diciptakan sehingga Tuhan bukanlah maha pencipta.

Ibnu Rusyd dan para Filosof Islam mengatakan bahwa alam adalah qodim, namun dengan kata lain diciptakan dari yg ada dahulu, yang mungkin terjadi adalah “ada” (maujud) yang awal kemudian berubah menjadi “ada” (maujud) dalam bentuk lain. Hal ini ia perkuat dengan mengusung dalil dalam al-Quran:

Surat Hud : ayat 7 ; dikatakan secara garis besar, bahwa sebelum ada wujud langit dan bumi telah ada wujud lain, yaitu wujud air, yang diatasnya terdapat tahta kekuasaan Tuhan, ditegaskan lagi bahwa langit dan bumi diciptakan setelah air, tahta, dan masa.

Surat Fushilat : ayat 11 ; dikatakan bahwa Tuhan menciptakan 2 bumi dalam 2 masa menghiasi bumi dengan gunung dan diisi dengan berbagai macam makanan, kemudian Tuhan naik ke langit, yang masih merupakan uap, sehingga dita’wilkan langit tercipta dari uap.

Surat al-Anbiya’ : ayat 30 ; dikatakn bahwa bumi dan langit pada mulanya adalah satu unsur yang sama, kemudian dipecah menjadi dua benda yang berlainan.

Dari keterangan diatas, maka tampak bahwa kejadian alam terjadi dengan adanya “sebab akibat” (hokum kausalitas), namun al-Ghazali mengingkari hal ini.

Untuk menengahi bahwa alam itu qodim, Ibnu Rusyd mengatakan bahwa sebenarnya antara Filosof dan ahli Syari’ah telah sepakat bahwa ada tiga macam “wujud” (yang berkaitan dengan hal ini) :

• Wujud baru (karena sebab sesuatu) Dari sesuatu yang lain, dan kerena sesuatu. Yakni zat pembuat dari benda, ini adalah benda yang kejadiannya bisa terlihat oleh panca indra, seperti terjadinya air, udara, bumi, hewan, tumbuh-tumbuhan, dsb.

• Wujud Qodim (tanpa sebab sesuatu) yaitu wujud yang bukan dari sesuatu, tidak karena sesuatu, dan tidak didahului oleh zaman. Wujud ini tidak dapat diketahui dengan bukti-bukti fikiran, seperti “Tuhan”

• Wujud Antara (Wujud diantara kedua wujud ini) wujud yang bukan dari sesuatu, dan tidak didahului oleh zaman, tetapi wujud karena sesuatu (yaitu zat pembuat), wujud itu adalah “alam dan keseluruhan


D. Politik

Membicarakan Ibnu Rusyd sebagai seorang failosuf bukanlah sesuatu yang asing, baik oleh umat Islam atau non Islam terutama di dunia Barat, karena ia terkenal dengan pemikiran filsafatnya, sehingga muncul suatu ungkapan “Aristoteles dikembalikan tanpa basa basi ke Barat yang merupakan dunianya bersama Averroes muridnya yang besar”

Lain halnya membicarakan Ibnu Rusyd sebagai seorang politik tidak sepopuler dia sebagai seorang failosuf. Sejarah tidak bersikap adil terhadap orang besar seperti Ibnu Rusyd mengenai jasanya dibidang politik. Kebesaran di lapangan falsafat dibesar-besarkan di zaman pertengahan, baik hasil karyanya yang mengagungkan, dan kebesarannya di bidang kedokteran, Astronomi dan lapangan ilmu lainnya.

Tetapi di lapangan “politik” tidak pernah disinggung kebesaran Ibnu Rusyd. Bukan tidak ada buku-buku hasil karyanya di dalam politik, bukan tidak pernah dia bekerja dilapangan pemerintahan. Dan tidak kurang pendapat yang dilahirkannya mempunyai nilai yang tinggi. Anehnya sejarah tidak memasukkan Ibnu Rusyd sebagai seorang “politikus” yang ulung, yang sejajar kedudukannya dengan politik Islam lainnya.

Kendatipun demikian, ada beberapa alasan untuk menelusuri pemikiran “politik” Ibnu Rusyd. pertama, pemerintahan Islam di tempat kelahirannya (Andalusia) yang berjalan lebih kurang 8 abad yang mengakui kejayaannya, tidak mungkin kosong sama sekali dari seorang politikus. Kedua, aktivitas Ibnu Rusyd sendiri yang memberi komentar-komentar terhadap buku-buku dari failosuf-failosuf Yunani (Aristoteles dan Plato), tidak masuk akal, sarjana seperti Ibnu Rusyd tidak mempunyai apa-apa dalam Ilmu Politik. Ketiga, Ibnu Rusyd termasuk salah seorang Failosuf muslim tidak mungkin meninggalkan satu bagian dari falsafat yaitu “Ilmu Politik”.

Bukti beliau pernah berpolitik :Ibnu Rusyd menjabat pekerjaan hakim dalam pemerintahan sampai tingkat yang tinggi yaitu sebagai Ketua Mahkamah Agung (Qadhi all Jama’ah), jabatan hakim dipangkunya selama 16 tahun (565 sampai 521H).

Ibnu Rusyd yang dikenal sebagai bapa sekuler di dataran Barat ini membantah terhadap pemerintahan yang diktator pada masanya: sebuah hukum yang dikatakan Ibn Rusyd dengan istilah yang diciptakannya sendiri dengan istilah Wahdaniyyah Al-Tasalluth (kekuasaan yang egois). Sebagaimana telah ia tegaskan bahwa pemimpin yang zalim “alladzi yaqumu bi al-hukmi fi sabili nafsihi, la fi sabil ummah”


Epilog

Filosof muslim penganut madzhab maliki dalam bidang fikih ini telah menorehkan warna filsafat yang lebih spesifik. Beliau sangat menyayangkan terjadinya perpecahan dikalangan kaum Muslimin, menjadi golongan-golongan seperti Mu’tazilah, khawarij, Syi’ah dll. Masing-masing mengaku telah mencapai kebenaran, sedang lainnya sesat. Hal ini tidak lain dikarenakan salah memahami maksud Syari’at.

Dengan pemikiran-pemikirannya dan pendapat-pendapatnya ia tidak bermaksud menimbulkan golongan baru, tetapi ia hendak mengemukakan argumentasi-argumentasi kepercayaan-keprcayaan agama yang tepat diterima oleh setiap orang. Tujuan filosof besar ini tak lain hanya ingin mengharmonikan antara agama dan akal, dan sangat mengajarkan pada kita tuk saling menghargai dan ramah tamah.

Dari perspektif penulis, ada suatu penilaian khusus dengan menempatkan filsafat Ibnu Rusyd secara lebih proporsional. Dalam pandangan ini, Ibnu Rusyd bukan seorang materialis murni, juga bukan seorang idealis religius sejati, namun lebih sesuai sebagai filosof muslim yang berusaha merambah jalan tengah diantara dua belantara pemikiran.

Sejatinya Ibnu Rusyd hanya ingin menghidupkan kembali cahaya filsafat yang pada saat itu semakin meredup, bahkan umat islam sampai sekarangpun masih dapat menikmati panorama filsafat itu, meskipun tidak seindah di barat (ini adalah bukti perjuangannya).

Akhir kalam, apapun pandangan filosofis Ibnu Rusyd sama sekali tidak bermaksud mengatakan bahwa pemikiranya adalah paling benar (karena itu hanya merupakan sebuah ijtihad) Ijtihad seorang manusia bisa saja benar dan bisa saja salah, hakikat kebenaran hanya Allah Swt yang mengetahui dan memilikinya. wallahu a’lam bishawab








Daftar Pustaka

1. Dr. Manna Ahmad Abu Zaid, Musu’ah al-Falsafah al-Islamiyah. Hal- 68
2. Ibnu Rusyd, al-Dhorury fi ushul al-fiqh, Darul maghrib al-Islamy bairut, hal- 64 65.
3. Dr. Muhammad ‘Abid al-Jabiri, makalah al-Madrasah al-Falsafiyah fi al-Maghrib wa al-Andalus.
4. Abu Hamid Ghazali, Tahafut al-Falasifah, Cairo
5. Abu al-Walid Muhammad ibnu Rusyd, Tahafut-Tahafut, Cairo
6. Averroes and Averroisme, Ernest Renan. Yang diterjemahkan ‘Adil Za’iyyah dalam bukunya “Ibnu Rusyd wa rusydiyah” maktabah al-tsaqofah al-Diniyyah, Cairo.

Kamis, 24 November 2011

"unik n' menarik"

9999999999999999999999999999999999999999999999999999999999
9996669696966696969699999966696999666966696669666966696999
9996969696969996969699999969996999696969996969696969696999
9996969696969996969699999969996669696966696969696969696669
9996969696969996969699969969996969666999696669696966696969
9996969696969996969699999969996969696999696969696969696969
9996969666969996669666999966696969696966696969696969696969
9999999999999999999999999999999999999999999999999999999999

1. Birukan angka diatas, atau di blok sampai semuanya jadi membiru angakanya,
2. Tekan CTRL+F
3. lalu tekan 9 atau angka 6, terserah,
4. dan Tekan CTRL+enter, tapi biasanya langsung da perubahan yang signifikan tanpa menekan tombol enter,,,

coba dulu pasti kagum liat nya...( Buktikan sendiri )
-------

ada yang bisa jelasin fenomena ini?

Selasa, 15 November 2011

benarkah "DIA"...???

“Astaghfirullahal’adzim….” Dengungku, sembari mengusapkan muka yang kenyataanya tidak berkeringat, karena musim dingin yang sedang menyelimuti malam ini.

Aku yang kini bangun dan langsung terduduk termenung ditempat, dan hanya dapat membisu tanpa kata. Masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ada dalam mimpiku.

alarm handphoneku pun baru berbunyi, alunan shalawat hadad alwi “Llaika” Ya Rabbi Ya ‘Alima al-hal… membuat semakin hening saja, Senyap malam yang sangat bersahabat ini mengundangku bangkit dari tempat tidur.

Langsung ku singkirkan selimut yang sedari tadi menemani tidurku, lalu berjalan menelusuri ruang tengah, kuraih gelas kaca diatas meja dan menuangkan air bening, setidaknya dengan seteguk air bisa lebih menenangkan fikiranku sekarang.

“Hhhhh.. sungguh mimpi yang cukup membuatku tertegun sesaat..”

Tidak banyak buang-buang waktu, kaki ini langsung beranjak kekamar mandi tuk segera mengambil air wudhu.


------ ****** ------


Dalam mimpi itu, aku punya ayah angkat di Mesir ini, dan tinggal dengan beliau. Ketika aku pulang kerumah, tak diduga-duga. Sosok bani Adam yang datang dalam mimpiku, dengan memakai kemaja biru dongker bergaris warna lain, yang sepertinya aku pernah kenal dengan baju itu, tapi entah laah,, mimpi memang terkadang samar-samar.

Ketika ku membuka pintu, terlihat jelas pria itu sedang mencium tangan ayah angkatku. Lalu pergi…

Aku yang ketika itu diam mematung dibalik pintu dan tidak mengerti apa-apa, lalu menghampiri sang ayah.

“Ada apa gerangan..? kenapa dia datang kemari? “ tanyaku.

Ayah tidak menjawab apa-apa, beliau hanya bisa mengangkat kedua tangannya, lalu menggelengkan kepala pertanda bahwa beliau juga tidak mengerti.

Aku segera berjalan cepat menyusul pria itu yang sudah keluar dari rumah, dengan bermaksud menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Namun aku hanya bisa melihatnya dari dalam pintu rumah.

Pria itu sama sekali tidak meresponku, hanya menghaturkan sedikit senyum, namun terlihat sembab dimatanya.

“Teka-teki apa ini ?” dahiku yang mulai mengerut, yang memang tambah membuat bingung. Namun aku tak berani menayakan kembali pada ayah angkatku. Langsung saja aku masuk kamar, dan istirahat sejenak.

Tak berapa lama, terdengar panggilan ayah angkatku dari luar kamar. Aku menghampirinya, dengan sedikit rasa takut juga. Ntah ada angin apa yang tiba-tiba merubah suasana sekarang menjadi beda dari biasanya.

“iya yah…” jawabku agak gugup.

Sepertinya memang ada hal yang cukup serius yang ayah ingin sampaikan, tapi aku sendiripun tidak tahu,,?

“Pria yang tadi datang kerumah…” Ayah mencoba tuk mengawali pembicaraan.

“Tidak tahu tiba-tiba dia datang, lalu ingin bicara langsung dengan ayah”.

Aku yang masih membisu tidak menyahut lagi bertanya apa-apa. Hanya mendengarkan kalimat demi kalimat yang diomongkan ayah.

“Tapi ayah masih ingat betul kata-kata yang dia sampaikan”

“Pak, tanpa sengaja saya mendengarkan ayat-ayat ilahi yang baru saja dibaca oleh anak bapak. Katika itu hati saya berdegup, dan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya bisa menitikkan air mata haru. Dan sekarang saya datang memohon ridho dan izin dari bapak, mungkinkah untuk dia hadir sebagai teman hidup saya..??”

Semua persendian tulangku rasanya lemah, ketika mendengarkan ungkapan itu.

“ayah hanya bisa berpesan, lihatlah ketaatan dan akhlaqnya”



------ ***** ------



Belum selesai dari percakapan itu aku sudah langsung terbangun, dan entah penyebab apa yang tiba-tiba mimpi itu hadir.

Dengan membasahi anggota tubuh dengan air wudhu, lalu sholat tuk bermunajat pada-Mu wahai sang Pemilik segala sesuatu. Dalam Do’aku :



“ Ya Rabbi Engkau lah yang Maha Pengasih pun Maha penyayang bagi hamba-hambaMu, Aku pasrahkan semua ini pada-Mu. Dan Engkaulah Sang Pemilik hati ini, Kepada siapa hati ini akan kau berikan? aku hanya bisa mengikuti arus kehidupan yang sudah Engkau tuliskan untuk-Ku.”

Isak tangis yang sudah tak dapat lagi aku membendungnya, hanya seperti inilah yang dapat aku lakukan. Mengadu pada-Nya, dan tak berdaya tuk mengambil sikap.

Kumandang Azan subuh, kini memecahkan heningnya fajar. Begitu juga layaknya hati yang kini galau dengan hadirnya mimpi itu…


Ya rabb… apa maksud dari semua ini…???

Minggu, 06 November 2011

idul adha 2011

Allahu akbar...
Allahu akbar...
Allahu akbar, la Ilaha illallahu Allahu akbar.
Allahu akbar, wa Lillahi ilhamd.

Kumandang takbir yang kian menggema dijagat raya, tentunya seluruh umat Islam turut bersuka cita dalam menyambut hari besar Idul adha tahun ini.
Terlebih lagi aku, walaupun sekarang masih berfikir keras dengan masalah flat baruku yang sampai saat ini belum bisa aku tempati, namun dengan datangnya hari agung ini, seakan menDELET semua kepenatan dalam diri.

hmm,,, tapi aku merasakan kebahagiaan yang sangat dihari raya ini, dengan sholat ied berjamaah di suq sayarat, tempat yang paling luas di H-10 Nasr city (walaupun dengan berangkat buru-buru hehehe) tapi alhmdulilah Qt nggak terlambat.




Dan juga berkumpul dengan kawan-kawan di masjid al-Salam. Bersilaturrahim sesama warga indonesia disini, memanglah hal yang sangat mahal nilainya.
tidak akan terjadi kecuali pada hari-hari besar saja.

moment besar seperti ini, nggak akan aku lalui dengan sia-sia, aku hanya bisa berusaha tuk menorehkan cerita dan sejarah baik dalam tiap lembaran hidupku.

Aku hanya berharap setidaknya dihari idul adha kali ini, bisa lebih baik dari hari raya idul fitri kemarin, huuuufh :-(

yap, memang betul...
hakikatnya yang membuat hati senang atau sedih adalah diri kita sndiri.
bagaimana kita dalam mengarahkan hati hehehe... ^_^,.

Jumat, 04 November 2011

"Berakhirnya Sebuah Kenangan"

empat hari yang lalu....
ya, tepatnya akhir bulan oktober, aku dan kawan-kawan serumah terpaksa meninggalkan atap dimana kami telah berteduh, tempat tuk menuaikan ketenangan hidup di madrasah. dberpisah karena faktor banyak yang ingin masuk asrama,tapi aku sendiri hanya bisa memutuskan tuk pindah flat ke tabbah.

setahun yang lalu...
rasanya baru mengenal mereka, adik-adikku dengan wajah polos, pun penuh dengan semangat dan niat baru tuk memulai jihad fi tholabil ilmi mencari ilmu di Negeri kinanah ini. tanpa harus dipungkiri, ibarat kertas putih yang murni belum tersentuh apa-apa. tergantung lingkungan dan tekad yang akan membawa mereka ke kehidupan mendatang.

Setahun bersama mereka ternyata adalah waktu yang sangat sangat singkat.
dan tak terasa waktu-waktu itu berakhir sudah...
tentunya mustahil tuk bisa kembali.

UYOX, adalah adikku yang punya potensi tinggi menurutku, leadershipnya patut aku acungi jempol, dia adalah orang penggerak di angkatannya. hmm.. rasanya memang dia bisa merangkaul kawan-kawan sebanyanya.

HIDAY, satu-satunya orang yang mendapat predikat mumtaz di rumah ^_^,. adalah adikku yang alhamdulilah dikaruniai akal cerdas, rajin pula...!!! ckckckck
jadi kangen tahsin al-qur'an dan talaqi bareng ama hiday..

MIDEH, si Jago buat puisi pun suka berdiskusi ini, adalah adikku yang punya kegemaran sejoly denganku yaitu "belajar di masjid rob'ah" hehehee ^_^,. soale kawan-kawan lebih suka belajar ditempat yang lain.

NOVI,siapa yang g' kenal dengan adikku yang satu ini. yap adik dari presiden PPMI tahun sekarang. uppz bukan maksud hati tuk ria' (tapi g' papa sedikit hehehe). yang aku g' habis fikir, kreatifnya itu lhooo....!!!!

AUL, hohohoo... kalo untuk adikku yg terakhir ini jangan di tanya..!! soale kalo di tanya satu, ntar jawabannya bisa jadi artikel hihihiii bisa ajha. Aul memang hobi baca2 karya ilmiyah, ples suka debat..!!! mantab'z

MILA, my best partner.. ples orang yang peling mengerti akan diriku. dia memang orang yang sabar. ya rabb syukurku pada-Mu karena pernah disatukan dengan teman sebaik Mila.

WILL MISS U ALL....^_^,.