Rabu, 30 Juni 2010

Di Antara Keajaiban Nomor Tujuh dalam Alquran

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?”….
Allah menciptakan tujuh langit dan berulang-ulang menyebutkannya sebanyak tepat tujuh kali. Ketujuh ayat tersebut adalah:

1ـ ﴿ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ﴾ [البقرة : 29].
“dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit”
2ـ ﴿تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ﴾ [الإسراء : 44].
“langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah”
3ـ ﴿قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ﴾ [المؤمنون : 86].
“Katakanlah: "Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya 'Arsy yang besar?"
4ـ ﴿فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ﴾ [فصلت : 12].
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa”
5ـ ﴿اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ﴾ [الطلاق : 12].
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.“
6ـ ﴿الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً﴾ [الملك : 3].
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis“
7ـ ﴿أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً﴾ [نوح : 15].
“ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?”

Kesesuaian yang mencengangkan ini menyatakan Zat Yang Menurunkan Alquran adalah Pencipta tujuh langit. Mahasuci Allah lagi Mahakuasa!

Sabtu, 26 Juni 2010

Artinya sebuah perjuangan

Sebagai sosok makhluk yang jauh digaris kesempurnaan, Ada kalanya diri ini merasakan gelisah yang mengakibatkan hidup menjadi tidak semangat. Apalagi kalau kita sudah membayangkan hal yang kita takutkan, salah satunya takut akan gagal…!!!!

pada hakikatnya kita sudah mengetahui bahwa untuk meraih keberhasilan tidak semudah membalikkan telapak tangan, bahkan membutuhkan perjuangan yang maksimal dan berani mengahadapi resiko apapun.

Ibarat sebuah kelapa, untuk menjadi sebuah kelapa yang bermanfa’at ternyata membutuhkan perjuangan yang sangat sulit, dan itu membutuhkan proses yang tidak secara instan langsung bisa dimanfaatkan.

Kelapa, untuk pertama kalinya harus di petik dan terjatuh dari pohon yang tinggi, (ini sudah merupakan perjuangan). Lalu ia merasakan sakitnya di cabik2 ketika sarabutnya mulai di kupas. Dan juga merasakan bagaimana sakitnya ketika tempurung itu dipecahkan menjadi berpuing-puing, tidak cukup sampai disitu, ternyata yang lebih menyayatkan lagi, dia merasakan sakitnya ketika dirinya di parut. Dan untuk mendapatkan santan yang baik, dia rela di remas dan diperas.

Subhanallah….
Sebuah kelapa untuk mencapai titik keberhasilan dan berupaya agar bisa bermanfaat bagi orang lain saja menjalani perjuangan yang begitu dahsyat…!!!! Lalu bagaimana dengan kita???

Itulah arti dari sebuah perjuangan,,,,,!!!

Minggu, 20 Juni 2010

untukmu nun jauh disana....

Ayah,ibu…

Ini anakmu yang sedang menuntut ilmu, jauh dari sisimu. Anak yang yang selalu sibuk hingga kadang menghalangi untaian doa terhatur untukmu. Anak yang tak pernah menyenangkanmu, menyusahkanmu dimasa kecil, pun sering mngecewakan dimasa kecilku.

Anakmu ini tak bisa, bahkan tak akan pernah bisa membahagiakanmu. Membalas segala pengorbanan yang telah engkau berikan selama hidupku.

Maafkan anakmu ini, Maafkan kalau lidah ini pernah terucap kata makian hingga membuat goresan luka dihatimu. Maafkan pula jika mata ini pernah sinis memandangmu. dan telinga yang tak pernah mengacuhkan nasihat darimu.

Anakmu ini hanya bisa, dan hanya selalu bisa meminta, sama sekali tak pernah memeberi. Doakan dan mintakan kepada-Nya agar aku bisa hidup bahagia didunia dan akhirat kelak.

Saat engkau nanti bersujud kala tahajud dipekatnya malam, haturkan untukku sebentuk doa. Karena aku tahu, doamu pasti diijabah Allah SWT.

Ayah, ibu…

Begitu jauh jarak yang terbentang diantara kita.Jarak yang selalu melahirkan kerinduan dalam riak anak sungai dipelupuk mata.

Sesungguhnya, tak ingin jasad ini terbang menjauhimu. Pun ingin rasanya aku selalu mendekap tubuhmu yang kini mulai lemah, lalu bermanja dipangkuanmu. Melepas rindu dalam belai kasih sayang dan mendengar indahnya ceritamu. Bagai masa kecilku dulu.

Kini air mataku berderai, karena selalu rindu dengan belai kasih sayangmu. Tapi aku tahu, engkau lebih merindukan anak-anakmu.

Aku akan pulang …….
Bukan gelar, uang, atau kemewahan yang akan aku persembahkan, tapi curahan kasih sayang disisa umurmu, sebagai engkaupun mengasihi aku dimasa kecilku dulu.

Ayah, ibu…

Tak akan pernah keindahan dunia ini dapat menggantikan keindahan cintamu. Riuh rendah pesona duniapun tak akan ada artinya jika dibandingkan dengan tulusnya kasih sayangmu.

Anakmu ini hanya bisa berkata “Aku mencintaimu karena Allah”

'Ajbudzanab

‘Ajbudzanab bila di artikan secara bahasa, berasal dari kata ‘Ajbun (dahsyat atau mengagumkan) dan Dzanabun (ekor atau buntut). Dan bila dipadukan maka akan bermakna tulang ekor yang dahsyat. Dikatakan dahsyat disini karena tulang ekor pada manusia yang letaknya tepat di ujung (akhir) tulang punggung, dari situlah manusia pertama kalinya terbentuk. Pada mulanya berbentuk semacam biji yang sangat halus, dan kelak apabila manusia telah meninggal, tulang ataupun biji ini akan tetap utuh dah tidak akan musnah.

Rasulullah SAW berkata: “ kullu ibni adam ya’kuluhu atturabu illa ‘Ajba adzanabi, minhu khuliqa wa fihi yurakkabu”. Dar hadits ini telah di jelaskan bahwa setiap bani adam jika telah dikubur, maka semua anggota tubuh akan termakan oleh tanah keculi ‘Ajbudzanab (tulang ekor). Dari situlah manusia diciptakan, dan dari situ juga manusia akan dibangkitkan (disusun) kembali.

Telah dibuktikan dari hasil penelitian salah seorang tokoh di china. Bahwa tulang (berbentuk biji) ini tidak akan pernah lenyap ataupun musnah sampai kapanpun. Walau itu dengan cara dibakar, dihancurkan, dilebur dengan bahan kimia, atau dengan cara apa saja.

Karena pada hakikatnya ‘ajbudzanab ini akan tumbuh kembali di hari akhir kelak. Dimana manusia akan dibangkitkan kembali dan saat itulah akan dimulainya kehidupan yang haqiqi.

Subhanallah…. Maha besar Allah SWT.

Sabtu, 19 Juni 2010

Selalu ada yang lebih seru dari pada yang lebih penting

ada kalanya kita merasakan kebimbangan dalam menghadapi sesuatu,
apapun itu dan bagaimanapun keadaanya.
untuk mengambil sikap...
terkadang hati tidaklah dgn mudah tuk langsung memutuskanya.
karena kenyataanya kata hati tetap saja tidak dapat di pungkiri.
perasaan hati dan study...?
kenapa aku harus menghadapi keduanya?
hhhh.. aku sendiri juga g' ngerti.
uppz. aku g' boleh hanyut dalam ini.
titian yang harus aku lewati masih sangatlah panjang.
yang lebih penting??? itu yang harusnya aku dahulukan.
aku akan buktikan pada diriku sendiri.
dimana aku akan sanggup tuk hadapi semuanya.
tentunya itu tidaklah mudah...!!
bismillah.....

Minggu, 13 Juni 2010

kenapa yang sudah sisa?

Baru ku sadari… Aku tidak pernah memberikan yang special untukMU…
Hhhh…. Bahkan aku merasakan kenapa aku selalu memberikan segala hal yang sisa,,,
Kenapa…..?????

Aku menyisihkan waktu b’temu dgnMu (sholat), itu juga karena sisa dari sekian banyak waktu aktifitasku,,, meskipun itu sebenarnya tidak t’lalu penting,,..

Aku menyisihkan uang untuk sodaqoh, itu juga karena sisa dari sekian banyak kebutuhan yang telah aku beli hanya tuk kepentingan pribadi…

Aku menyisihkan waktu untuk b”istighfar untukMU, itu juga sisa dari kemaksiatan yang kenyataanya telah aku lakukan,,,, [astaghfirullahal ‘adziiiiim]

Kenapa harus yang telah menjadi SISA,,,,????
Kenapa aku melakukan semua ini bukan karena yang utama,,,????
Kenapa itu semua tidak semata-semata tuk mencari keridhoanmu…???

Ya allah….
belumkah diri ini telah menganggapMu adalah Sosok yang penting dalam hidupku..????
Belumkah diri ini membutuhkan k’besaranMU….???